MEDIA AN NUUR—Ramadan telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan kaum muslimin. Orang yang sebelumnya jarang membuka Al-Qur’an menjadi rajin membaca Al-Qur’an. Yang sebelumnya jarang salat di masjid menjadi lebih semangat melaksanakan salat berjemaah.
Semangat ibadah seperti ini seharusnya terus dijaga setelah Ramadan. Inilah yang disebut dengan istikamah, yaitu konsisten dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Sesuatu yang berat tapi penuh kebaikan padanya.
![]() |
| Muhammad Ihsan Nail Attaqy |
Diriwayatkan bahwa rambut Rasulullah Saw., mulai memutih ketika turun ayat yang memerintahkan beliau untuk beristikamah. Ayat tersebut terdapat dalam Surah Hud ayat 112 yang memerintahkan agar tetap teguh di jalan yang benar. Betapa beratnya perintah untuk selalu istiqamah dalam ketaatan.
Istikamah berarti tegak lurus dalam menjalankan ajaran Allah, teguh dalam pendirian, dan tidak mundur dari jalan kebenaran. Sikap ini memang tidak mudah dilakukan, terutama ketika manusia hidup di tengah berbagai godaan duniawi.
Salah satu godaan terbesar adalah keinginan berlebihan terhadap dunia. Kesenangan dunia yang menipu sering kali membuat manusia lalai dari ibadah dan menjauh dari jalan istikamah. Padahal, dengan menjaga istikamah seseorang sedang meniti jalan menuju ketakwaan kepada Allah.
Meskipun berat, istikamah justru membawa kebahagiaan bagi seorang mukmin. Allah menjanjikan ketenangan bagi orang-orang yang teguh dalam iman dan ketaatan. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istikamah, maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan jangan bersedih hati; bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (QS. Fussilat: 30)
Orang yang istikamah akan mendapatkan pertolongan dan ketenangan dari Allah. Malaikat mendoakan mereka, hati mereka dipenuhi rasa tenang, dan mereka memiliki harapan yang kuat akan janji surga dari Allah.
Karena itu, marilah kita berusaha menjaga semangat ibadah yang telah tumbuh di bulan Ramadan agar tetap hidup dalam keseharian kita. Meski nantinya Ramadan pergi meninggalkan kita, dan baru akan kembali setahun lagi. Itu pun kalau Allah berkenan mempertemukan kita dengannya.
Kultum Subuh pada Senin, 16 Maret 2026 bersama Muhammad Ihsan Nail Attaqy, santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang sedang iktikaf di Masjid An Nuur Sidowayah.


