MEDIA AN NUUR–Kita diwajibkan berpuasa di bulan Ramadan. Keutamaannya sangat banyak, di antaranya pahala yang besar dan menjadi perisai dari perbuatan buruk.
Rasulullah ﷺ menyebut puasa sebagai pelindung bagi seorang mukmin, karena dengan puasa seseorang belajar mengendalikan diri dan menjaga hati serta lisannya.
Selain pahala dan nilai ruhiyahnya, tanpa kita sadari puasa juga membawa manfaat bagi kesehatan. Saat kita sahur, kemudian menahan diri dari makan dan minum hingga waktu berbuka, tubuh mengalami proses istirahat dari asupan makanan.
![]() |
| Muhammad Nashruddin |
Dalam rentang waktu tersebut, sel-sel tubuh melakukan proses perbaikan dan pembaruan. Pola ini (makan, menahan diri, lalu berbuka) merupakan mekanisme yang Allah atur dengan sangat sempurna. Karena itu, puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga menyehatkan.
Semua ini menunjukkan betapa syariat Allah penuh hikmah. Allah mengingatkan kita dalam Surah Az-Zariyat ayat 20–21:
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
“Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
Puasa mengajarkan kita bahwa setiap perintah Allah pasti mengandung kebaikan, baik untuk ruhani maupun jasmani. Semoga dengan menjalankan puasa penuh keimanan dan kesadaran, kita meraih pahala yang besar, kesehatan, dan keberkahan dalam hidup kita.
Kultum Tarawih di Masjid An Nuur Sidowayah pada 20 Februari 2026, disampaikan oleh Muhammad Nashruddin (Nashru), santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang bertugas Safari Dakwah Ramadan 1447 H


