MEDIA AN NUUR–Banyak orang ingin hidup mulia dengan harta dan kedudukan. Padahal, kemuliaan sejati bukan terletak pada kekayaan, melainkan pada iman, ketakwaan, dan ilmu. Tiga hal inilah yang benar-benar mengangkat derajat seseorang di sisi Allah.
Pertama, iman. Iman adalah meyakini Allah dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan. Iman bukan sekadar pengakuan, tetapi harus tampak dalam ketaatan dan akhlak yang baik. Orang yang beriman akan menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya.
![]() |
| Muhammad Dzakwan Al Harits |
Kedua, ketakwaan. Takwa berarti melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Allah menegaskan bahwa ukuran kemuliaan bukan harta, bukan jabatan, bukan keturunan, tetapi ketakwaan.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Ketiga, ilmu. Dengan ilmu, seseorang mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Ilmu mengantarkan seseorang pada keberhasilan dunia dan akhirat. Ada ungkapan hikmah yang masyhur:
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
“Barang siapa menginginkan dunia, maka hendaklah dengan ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.”
Maka marilah kita memperbaiki iman, meningkatkan ketakwaan, dan terus menuntut ilmu. Dengan itulah kita meraih kemuliaan sejati, bukan hanya di mata manusia, tetapi yang lebih penting di sisi Allah.
Kultum Subuh di Masjid An Nuur Sidowayah pada 23 Februari 2026, disampaikan oleh Muhammad Dzakwan Al Harits (Harits), santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang bertugas Safari Dakwah Ramadan 1447 H


