NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Muhasabah Tahun Baru

MEDIA AN NUUR─Memasuki tahun baru 2026 sejatinya bukan sekadar pergantian angka dan momen bersuka ria, melainkan pengingat bahwa umur kita terus berkurang dan kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan amal, serta mendekatkan diri kepada Allah semakin terbatas.

Momentum tahun baru sebaiknya dijadikan waktu untuk bermuhasabah, meneliti dan memperbaiki kekurangan diri sendiri dengan jujur dan rendah hati, bukan sibuk mencari serta membesar-besarkan kekurangan orang lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Ustaz Fauzan
Ustaz Fauzan ajak muhasabah di awal tahun

Setiap diri hendaknya dengan sungguh-sungguh memperhatikan dan mengevaluasi apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, yakni kehidupan akhirat, dengan menimbang amal, memperbaiki niat, serta mempersiapkan bekal terbaik sebelum datang masa yang tidak lagi memberi kesempatan beramal.

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ الْأَمَانِيَّ

Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan (menghisab) dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Adapun orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

Segala sesuatu memiliki proses, termasuk keinginan untuk hidup mulia di akhirat, yang tidak mungkin diraih tanpa melalui proses amal di dunia dengan kesungguhan, keikhlasan, dan tetap istikamah dalam ketaatan kepada Allah.

Mari kita bermuhasabah diri dengan jujur, apakah kita telah menjadi manusia yang baik di sisi Allah; bagi seorang suami, sudahkah ia berbuat baik dan menunaikan hak istrinya, dan bagi seorang istri, sudahkah ia berusaha menjadi pendamping yang diridai suaminya dalam ketaatan dan akhlak mulia.

Adanya perselisihan dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar dan manusiawi, sebab perbedaan pendapat serta cekcok kecil hampir tak bisa dihindari, bahkan hal tersebut pernah terjadi pada sosok mulia seperti Umar bin Khaththab yang pernah dimarahi oleh istrinya, sebagai pelajaran bahwa rumah tangga terbaik pun tetap membutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan.

Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan dan menghisab dirinya, menahan hawa nafsu, jujur menilai kekurangan diri, serta mempersiapkan amal terbaik sebagai bekal untuk kehidupan setelah mati, karena ia sadar bahwa waktu di dunia terbatas dan setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban.

Orang yang cerdas selalu mengingat kematian sebagai sesuatu yang menghilangkan kenikmatan dunia, sehingga ia tidak terlena oleh kesenangan sementara dan terdorong untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju akhirat.

Dengan semangat tahun baru, marilah kita memperbaiki amal perbuatan, mengurangi ucapan yang dapat menyakiti orang lain, serta menyertai semangat ibadah dengan perkataan yang baik dan menenangkan, agar usaha mendekatkan diri kepada Allah tidak berujung pada kerugian.

Pengajian warga Sidowayah RT 01 RW 06 pada Kamis, 1 Januari 2026, di rumah Ibu Wimah, pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822