NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Mengapa Peduli Palestina?

MEDIA AN NUUR─Palestina, wilayah yang sedang dilanda konflik, adalah tanah yang memiliki nilai iman dan sejarah yang sangat dalam bagi umat Islam. Di sanalah Masjidil Aqsha berdiri sebagai kiblat pertama kaum muslimin, tempat Rasulullah ï·º dan para sahabat melaksanakan salat selama kurang lebih 16–17 bulan sebelum Allah memerintahkan menghadap Ka’bah.

Masjidil Aqsha juga merupakan masjid ketiga yang dimuliakan dalam Islam, bersama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sebagaimana sabda Nabi ï·º bahwa tidak dianjurkan melakukan perjalanan ibadah kecuali menuju tiga masjid tersebut.

Kajian remaja
Kajian remaja Sidowayah

Lebih dari itu, Masjidil Aqsha adalah titik awal peristiwa agung Isra’ Mi’raj, ketika Nabi Muhammad ï·º diangkat ke langit untuk menerima perintah salat, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Isra’ ayat 1.

Palestina juga dikenal sebagai tanah para nabi, negeri yang diberkahi dan menjadi tempat dakwah para rasul Allah seperti Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Musa, dan Isa ‘alaihimus salam. Jadi, Palestina adalah bagian dari sejarah akidah umat Islam yang tidak bisa dilepaskan dari keimanan seorang muslim.

Oleh karena itu, kepedulian terhadap Palestina adalah bentuk kepedulian terhadap agama itu sendiri. Remaja muslim memiliki peran penting dalam menunjukkan kepedulian tersebut dengan cara yang sesuai dan bermanfaat.

Bentuk kepedulian yang paling utama adalah doa yang tulus, karena doa merupakan senjata orang beriman dan bukti bahwa hati kita masih terikat dengan penderitaan saudara seiman. Selain itu, remaja perlu memahami sejarah dan fakta yang benar tentang Palestina agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu, propaganda, dan narasi yang menyesatkan.

Kepedulian juga dapat diwujudkan melalui infak, meskipun jumlahnya kecil, karena setiap bantuan bernilai besar di sisi Allah jika dilandasi keikhlasan. Di era digital, menjaga adab bermedia sosial menjadi hal yang sangat penting, yakni dengan tidak menyebarkan hoaks, tidak terpancing emosi, dan tetap menyuarakan kebenaran dengan cara yang bijak.

Semua itu harus dibarengi dengan upaya menjadi generasi yang kuat iman dan luas ilmunya, karena kemenangan dan kemuliaan umat Islam tidak akan lahir dari generasi yang lemah, tetapi dari pemuda yang berpegang teguh pada iman, ilmu, dan akhlak.

Kajian remaja di Masjid An Nuur Sidowayah, pada Ahad, 14 Desember 2025 bakda Salat Isya bersama Pak Wakhid Syamsudin.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822