NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Menjaminkan Kejujuran Lisan untuk Surga

MEDIA AN NUUR—Rasulullah saw. mengajarkan enam akhlak penting yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Apabila seorang muslim berusaha menjaga keenam perkara tersebut, ia menjalankan sebab-sebab yang dijanjikan Rasulullah saw. untuk memperoleh surga dengan izin Allah.

اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ: اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ

“Berikanlah kepadaku jaminan enam perkara dari diri kalian, niscaya aku menjamin surga bagi kalian: jujurlah ketika berbicara, penuhilah janji ketika berjanji, tunaikanlah amanah ketika dipercaya, jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan kalian, dan tahanlah tangan kalian (dari perbuatan yang dilarang).” (HR. Ahmad)

Enam perkara yang disebutkan dalam hadis di atas adalah: (1) Jujur ketika berbicara, tidak berdusta. (2) Menepati janji, tidak mengingkari janji yang telah dibuat. (3) Menunaikan amanah, menjaga dan menyerahkan amanah kepada yang berhak.

Kemudian (4) Menjaga kemaluan, menjauhi perbuatan zina dan segala yang mengarah kepadanya. (5) Menundukkan pandangan, menjaga mata dari hal-hal yang diharamkan Allah. (6) Menahan tangan, tidak menggunakannya untuk menyakiti, menzalimi, atau melakukan perbuatan yang dilarang.

Ust. Danuri Sidowayah
Ustaz Danuri mengingatkan tentang kejujuran sebagai jaminan surga 

Orang yang rajin beribadah hendaknya tidak melalaikan enam perkara yang diwasiatkan Rasulullah saw. Sebab, kesungguhan dalam beribadah perlu diiringi dengan menjaga akhlak dan menjauhi larangan Allah.

Karena itu, jangan merasa cukup dengan banyaknya ibadah, tetapi berusahalah menjaga keenam perkara tersebut sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah dan sebab untuk meraih surga.

Ada orang yang rajin beribadah, tetapi masih memiliki kebiasaan buruk, seperti berbohong dan tidak berkata jujur. Terkadang, kebohongan itu dilakukan demi mendapatkan keuntungan duniawi.

Termasuk kebiasaan buruk adalah membagikan berita yang belum jelas kebenarannya atau hoaks. Kita hendaknya melakukan tabayun atau memeriksa kebenaran berita sebelum menyebarkannya. Jangan ceroboh ikut menyebarkan kebohongan.

Kebiasaan buruk dalam menjaga lisan sering kali menjadi sebab perpecahan dengan saudara maupun tetangga. Oleh karena itu, hendaknya kita menjaga ucapan, menghindari perkataan yang menyakiti, dan membiasakan berkata jujur agar hubungan tetap harmonis.

Marilah kita membiasakan diri untuk selalu berkata jujur dalam setiap keadaan, meskipun terkadang kejujuran terasa berat dan tidak menguntungkan secara duniawi. Kejujuran sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah dan bekal untuk meraih surga.

Pengajian rutin malam Selasa di Masjid An Nuur Sidowayah pada Senin, 2 November 2026, bakda Salat Isya, dengan pemateri Ustaz H. Danuri, M.Ag., Ketua PRM Ngreco.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822