NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Pemuda Muslim Jangan Takut Donor Darah

MEDIA AN NUUR—Bulan September menjadi momentum untuk mengingat nilai-nilai kemanusiaan. Pada tanggal 3 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia (PMI), yang berkaitan dengan upaya pembentukan badan palang merah nasional setelah Indonesia merdeka. Salah satu kegiatan kemanusiaan yang identik dengan PMI adalah donor darah.

Dalam pandangan Islam, donor darah dapat menjadi salah satu bentuk ta’awun atau tolong-menolong dalam kebaikan. Allah Swt. berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Ma'idah: 2)

Irmas
Kajian remaja di Masjid An Nuur Sidowayah 

Donor darah menjadi sarana membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah, seperti korban kecelakaan, pasien operasi, ibu yang mengalami perdarahan saat melahirkan, maupun penderita penyakit tertentu. Bahkan Allah Swt. menegaskan pentingnya menjaga kehidupan manusia:

وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan seluruh manusia.” (QS. Al-Ma'idah: 32)

Bagi remaja, donor darah juga mengajarkan kepedulian sosial. Di Indonesia, calon pendonor umumnya harus berusia minimal 17 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, sehat jasmani, serta lulus pemeriksaan kesehatan dari petugas medis. Karena itu, remaja yang belum memenuhi syarat tidak perlu memaksakan diri, tetapi dapat mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan dan membiasakan hidup peduli terhadap sesama.

Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonor, seperti mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar, membantu proses regenerasi sel darah, serta menumbuhkan kepuasan batin karena dapat membantu orang lain. Namun, niat utama donor darah bukanlah mencari manfaat kesehatan, melainkan membantu sesama dan mengharap rida Allah.

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Melalui donor darah, kita belajar bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya atau memiliki banyak harta. Ketika Allah memberikan kesehatan dan kemampuan, setetes darah yang kita berikan dapat menjadi harapan bagi kehidupan orang lain.

Oleh karena itu, mari tumbuhkan semangat berbagi dan peduli sejak usia remaja. Bagi yang telah memenuhi syarat, donor darah dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata bagi kemanusiaan.

Adapun bagi yang belum memenuhi syarat, tetaplah menjaga kesehatan dan menebarkan kebaikan dengan berbagai cara. Sebab, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, akan bernilai besar di sisi Allah Swt.

Kajian remaja di Masjid An Nuur Sidowayah pada Ahad malam, 6 September 2026, pemateri Bapak Wakhid Syamsudin, sekretaris Takmir Masjid An Nuur.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822