MEDIA AN NUUR— TPQ An Nuur Sidowayah menggelar kegiatan Syukuran Khataman Magrib Mengaji ke-2 sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB bakda Salat Isya di Masjid An Nuur Sidowayah.
Kegiatan ini dihadiri oleh segenap ustaz-ustazah TPQ An Nuur Sidowayah serta para santri yang selama ini mengikuti program Magrib Mengaji setiap hari. Diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya khataman Al-Qur’an untuk kedua kalinya dalam program Magrib Mengaji.
Program ini merupakan kegiatan rutin TPQ An Nuur Sidowayah yang dilaksanakan setiap hari setelah Salat Magrib hingga menjelang Isya dengan menggunakan pengeras suara masjid. Para santri membaca Al-Qur’an secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan dan disimak oleh ustaz maupun ustazah yang juga bertugas secara bergantian.
Acara diawali dengan pembacaan akhir Juz Amma yang dipimpin oleh Pak Wakhid Syamsudin. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama melantunkan senandung doa Al-Qur’an atau doa khatmil Qur’an sebagai ungkapan syukur atas nikmat dapat menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.
![]() |
| Ustaz Ibnu Ka’ab mengajak santri mengenal keluarga Nabi |
Acara dilanjutkan dengan tausiah Maulid Nabi Muhammad Saw., yang disampaikan oleh Ustaz Ibnu Ka’ab, S.Pd.I. Beliau mengingatkan para santri bahwa pada hari ini, umat Islam memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw. yang lahir pada 12 Rabiulawal tahun 571 M, yang dikenal sebagai Tahun Gajah.
Ustaz Ka’ab menyampaikan berbagai kisah seputar kelahiran Rasulullah Saw., termasuk suasana penuh kebahagiaan yang digambarkan dengan burung-burung yang berkicau ceria saat menyambut kelahiran manusia terbaik tersebut.
Beliau kemudian mengajak para santri mengenal lebih dekat sosok Rasulullah Saw. dengan mengingat nama ayah, ibu, dan kakek beliau. Untuk memudahkan hafalan, para santri diajak melantunkan lagu religi “Kisah Sang Rosul” yang dipopulerkan oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.
Beliau menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. lahir dari silsilah yang bersih dan mulia, serta ditempatkan Allah Swt. pada keturunan yang terjaga kehormatannya. Dikisahkan juga secara singkat perjalanan hidup Nabi sejak kelahiran hingga masa kanak-kanak.
Sementara itu, Pak Wakhid Syamsudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah istikamah mengikuti program Magrib Mengaji. Beliau mengingatkan kembali jadwal kegiatan serta mengimbau para santri agar terus menjaga semangat dan konsisten hadir mengaji setiap hari.
Kegiatan ditutup dengan doa penutup majelis dan dilanjutkan makan bakso bersama. Semoga dengan program Magrib Mengaji di Masjid An Nuur Sidowayah dapat menjadi pembiasaan anak-anak meluangkan waktu membaca Al-Qur’an setiap harinya. Tak hanya saat terjadwal, tapi juga saat di rumah.


