MEDIA AN NUUR—Sebuah kenikmatan ketika diberi kesempatan oleh Allah untuk hadir di majelis ilmu. Kehadiran kita di tempat belajar agama merupakan amalan yang bernilai akhirat. Setiap langkah menuju majelis ilmu dicatat sebagai kebaikan, setiap ilmu yang dipelajari menjadi bekal untuk mendekatkan diri kepada Allah.
وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ
“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti salah seorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke dalam laut. Maka lihatlah berapa banyak air yang terbawa oleh jarinya itu.” (HR. Muslim)
Bayangkan luasnya samudra, lalu bandingkan dengan setetes air yang menempel pada jari. Begitulah perbandingan dunia dengan akhirat. Dunia sangat singkat dan terbatas, sedangkan akhirat kekal selama-lamanya.
![]() |
| Ustaz Sandi Rohman ingatkan agar dunia tidak jadi tujuan utama |
Karena itu, sangat disayangkan jika ada orang yang menghabiskan seluruh hidupnya hanya untuk mengejar dunia. Pagi hingga malam memikirkan harta, jabatan, dan kesenangan, tetapi lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan yang abadi.
Banyak orang rela bersusah payah demi urusan dunia, namun merasa berat untuk hadir di majelis ilmu, membaca Al-Qur’an, atau beribadah kepada Allah. Seolah dunia dikejar tanpa kenal lelah, akhirat bukan hal penting.
Namun Islam juga tidak mengajarkan kita meninggalkan dunia. Seorang muslim diperintahkan untuk mengejar akhirat tanpa melupakan bagian dunianya. Kita tetap belajar, bekerja, mencari nafkah, mengembangkan kemampuan, dan berprestasi.
Akan tetapi semua itu dilakukan dalam rangka mencari rida Allah dan sebagai sarana menuju kebahagiaan akhirat. Kita ringan berinfak, sedekah, kurban, dari hasil pekerjaan dunia yang diupayakan.
Dengan ilmu, seseorang dapat memperbaiki ibadahnya, memperbaiki akhlaknya, dan sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya di dunia. Ilmu yang bermanfaat akan mengantarkan seseorang kepada keberhasilan dunia dan keselamatan akhirat.
Maka mari kita luruskan niat dalam belajar. Jadikan ilmu sebagai jalan untuk semakin mengenal Allah, mengamalkan agama-Nya, dan menyebarkan manfaat kepada sesama. Semoga setiap majelis ilmu yang kita hadiri menjadi pemberat timbangan amal kebaikan pada hari kiamat. Aamiin.
Mukadimah Pengajian Ahad Pagi, 5 Juli 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Weru (Kalisige, Karakan) bersama Ustaz Sandi Rohman, S.Ag. (Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PDM Gunungkidul).


