MEDIA AN NUUR—Agama Islam mengajarkan begitu banyak adab dalam setiap aspek kehidupan. Semakin baik adab seseorang, semakin tampak pula kedalaman pemahamannya terhadap agama.
Akhlak yang mulia merupakan anugerah besar dari Allah Swt. bagi seorang hamba, karena dengannya seseorang tidak hanya dicintai manusia, tetapi juga dimudahkan untuk meraih rida Allah dan memasuki surga.
Zikir merupakan salah satu bentuk sedekah yang dapat dilakukan oleh setiap muslim tanpa memandang kondisi ekonomi. Jika sedekah harta hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki kelebihan rezeki, maka sedekah melalui zikir terbuka bagi siapa saja.
![]() |
| Ustaz Fauzan mengajak jemaah berakhlak baik |
Dengan mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, seorang muslim dapat meraih pahala sedekah serta mendekatkan diri kepada Allah Swt., meskipun tidak memiliki kelapangan harta untuk dibagikan.
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. فَقَالَ: أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُونَ بِهِ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً...
Dari Abu Dzarr r.a., beberapa sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka salat sebagaimana kami salat, berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang dapat kalian gunakan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, dan setiap tahlil (La ilaha illallah) adalah sedekah...” (HR. Muslim).
Akhlak yang baik menjadi landasan penting dalam penghambaan seorang hamba kepada Allah Swt. Dari akhlak yang mulia lahir ketaatan, keikhlasan, dan kesungguhan dalam beribadah.
Adapun takwa adalah upaya menjaga hubungan yang baik dengan Allah, dengan senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Semakin baik akhlak seseorang, semakin kuat pula ketakwaannya.
إِنَّكُمْ لَنْ تَسَعُوا النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَسَعُهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
“Sesungguhnya kalian tidak akan dapat membuat semua orang merasa cukup (senang) dengan harta kalian. Akan tetapi, kalian dapat melapangkan hati mereka dengan wajah yang ramah dan akhlak yang baik.” (HR. Al Hakim)
Kebaikan tidak selalu harus diwujudkan dengan harta. Senyum yang tulus, wajah yang cerah, sikap yang ramah, dan akhlak yang mulia sering kali lebih berkesan dan lebih mudah dirasakan manfaatnya oleh orang lain daripada pemberian materi.
Maka, jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun, termasuk menemui saudara dengan wajah yang berseri-seri. Atsar yang masyhur dari Abdullah bin Umar r.a. kepada anak-anaknya berbunyi:
يَا بَنِيَّ، إِنَّ الْبِرَّ شَيْءٌ هَيِّنٌ: وَجْهٌ طَلِيقٌ، وَكَلَامٌ لَيِّنٌ
“Wahai anak-anakku, sesungguhnya kebaikan itu perkara yang ringan: wajah yang ceria dan ucapan yang lembut.”
Akhirnya, marilah kita menghiasi diri dengan akhlak yang baik, memperkuat ketakwaan, dan memperbanyak zikir sebagai bekal menuju keridaan-Nya.
Pengajian warga Sidowayah RT 01/06 di rumah Bapak Taufiq Hidayat pada Kamis malam, 16 Juli 2026. Pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda, pengajar di Ma’had Ittibaussunnah Tawang Weru.


