NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Salat Iduladha 1447 H di Masjid An Nuur Sidowayah, Ustaz Tri Rahmidi Ajak Jamaah Meneladani Nabi Ibrahim

Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H di Masjid An Nuur Sidowayah berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan pada Rabu, 27 Mei 2026. Sejak pagi hari, jemaah berbondong-bondong datang ke masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah Iduladha yang dimulai pukul 06.30 WIB. Kumandang takbir, tahmid, dan tahlil menggema dari pengeras suara masjid.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Ustaz Tri Rahmidi, M.Pd., dari Korps Mubalig Muhammadiyah PCM Weru. Kepala SMK Muhammadiyah Watukelir ini menyampaikan materi bertema keteladanan Nabi Ibrahim AS, yang menitikberatkan pada tiga nilai utama, yaitu iman yang kokoh, pengorbanan yang tulus, dan kepedulian sosial.

Ust. Tri Rahmidi
Ustaz Tri Rahmidi ajak jemaah teladani Nabi Ibrahim

Dalam pembukaan isi khutbahnya, Ustaz Tri Rahmidi mengingatkan bahwa Iduladha bukan sekadar perayaan tahunan ataupun rutinitas penyembelihan hewan kurban. Menurut beliau, Iduladha adalah momentum besar untuk mengenang puncak ketundukan dan penghambaan seorang hamba kepada Allah, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

Beliau menjelaskan bahwa ketakwaan tidak hanya tampak dalam banyaknya ibadah ritual, tetapi juga terlihat dari kuatnya iman, besarnya pengorbanan, dan luasnya kepedulian terhadap sesama manusia. Oleh sebab itu, Iduladha menjadi madrasah kehidupan yang mengajarkan nilai-nilai luhur bagi umat Islam.

Jemaah diajak meneladani iman Nabi Ibrahim AS., yang begitu kokoh. Sejak muda, Nabi Ibrahim telah berani mencari kebenaran dan menolak penyembahan berhala yang dilakukan kaumnya. Hatinya tidak menerima penyembahan kepada selain Allah, hingga akhirnya beliau menemukan keyakinan tauhid yang murni kepada Allah Yang Maha Esa.

Ustaz Tri Rahmidi juga mengisahkan bagaimana Nabi Ibrahim diuji berkali-kali dalam mempertahankan keimanan. Salah satunya ketika beliau dihukum dengan dibakar hidup-hidup setelah menghancurkan berhala kaumnya. Namun, Nabi Ibrahim tetap teguh dan tidak gentar sedikit pun. Karena keimanan yang begitu kuat, Allah kemudian menjadikan api tersebut dingin dan menyelamatkan beliau.

Puncak ujian keimanan Nabi Ibrahim terjadi saat Allah memerintahkannya menyembelih putra tercinta, Nabi Ismail AS. Perintah itu sangat berat secara manusiawi, terlebih Nabi Ismail adalah anak yang telah lama dinanti kehadirannya. Akan tetapi, Nabi Ibrahim tetap tunduk sepenuhnya kepada Allah tanpa keraguan.

Dalam khutbah tersebut juga disampaikan dialog mengharukan antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagaimana disebutkan dalam Surah As-Saffat ayat 102. Nabi Ismail dengan penuh kesabaran dan ketundukan berkata kepada ayahnya agar melaksanakan apa yang diperintahkan Allah. Menjadi gambaran kesempurnaan iman dan ketundukan total kepada kehendak Allah.

Melalui kisah tersebut, jemaah diingatkan bahwa umat Islam saat ini membutuhkan iman yang kokoh di tengah derasnya arus materialisme, individualisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Iman harus menjadi fondasi kehidupan agar manusia tidak terjebak dalam penyembahan terhadap harta, jabatan, maupun popularitas semu.

Ustaz Tri Rahmidi menjelaskan tentang hakikat pengorbanan dalam Iduladha. Menurut beliau, kurban tidak hanya soal menyembelih hewan lalu membagikan dagingnya, tetapi lebih dalam dari itu, yaitu tentang keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Beliau mengutip kandungan Surah Al-Hajj ayat 37 bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban. Karena itu, esensi kurban adalah kesiapan seorang hamba untuk mengorbankan apa yang dicintainya demi meraih rida Allah.

Salat Id
Jemaah Iduladha di Masjid An Nuur Sidowayah 

Pengorbanan tersebut, lanjut beliau, tidak hanya berupa harta, tetapi juga waktu, tenaga, pikiran, bahkan perasaan demi perjuangan di jalan Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, semangat kurban dapat diwujudkan melalui pengabdian untuk pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan berbagai amal kemaslahatan umat.

Beliau juga menyinggung bagaimana para tokoh dan pendahulu Muhammadiyah telah memberikan teladan pengorbanan dengan mengorbankan tenaga, waktu, dan harta demi membangun amal usaha yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Semangat itulah yang harus terus diwariskan kepada generasi sekarang.

Selain iman dan pengorbanan, khutbah Iduladha juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Syariat kurban mengandung pesan besar tentang berbagi dan pemerataan nikmat kepada sesama. Daging kurban tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, kerabat, dan masyarakat yang membutuhkan.

Ustaz Tri Rahmidi menyampaikan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap kesulitan orang lain. Semangat Iduladha harus melahirkan budaya saling membantu, bergotong royong, serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Beliau juga mengingatkan bahwa kepedulian sosial menjadi salah satu kunci menjaga persatuan bangsa. Ketika masyarakat saling membantu tanpa memandang latar belakang, maka persaudaraan akan semakin kuat dan kehidupan sosial menjadi lebih harmonis.

Di akhir khutbah, jemaah diajak menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat iman, memperbesar semangat pengorbanan, dan memperluas kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan Nabi Ibrahim AS., diharapkan tidak berhenti sebagai kisah yang didengar setiap tahun, tetapi benar-benar menjadi inspirasi dalam membangun pribadi, keluarga, dan masyarakat yang bertakwa serta penuh kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H di Masjid An Nuur Sidowayah terlaksana lancar. Pada tahun ini, panitia kurban Masjid An Nuur Sidowayah menerima dan menyembelih 9 ekor sapi serta 3 ekor kambing. Semoga kurban dari jemaah diterima di sisi Allah Swt. Aamiin.

Share This Article :
IBNU KA'AB

Pengajar dan IT team di MIN 5 Sukoharjo. Ikut mulang di TPA An Nuur Sidowayah dan TPA Ar Rahmah Kaligondang. Punya sampingan jualan herbal HNI HPAI, Multy payment, Website Design, Dll

2907636960708278822