NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Hari Tasyrik

MEDIA AN NUUR—Bersyukur kita telah dipertemukan dengan Iduladha 1447 H dan kini memasuki hari-hari tasyrik, yaitu hari-hari yang penuh nikmat, keberkahan, serta syiar Islam. Rasulullah menyebut hari tasyrik sebagai hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.

Karena itu, pada hari-hari ini kaum muslimin dianjurkan memperbanyak rasa syukur, menikmati rezeki dari Allah termasuk hidangan kurban, mempererat ukhuwah, serta memperbanyak takbir dan zikir sebagai bentuk penghambaan kepada-Nya.

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ

Hari-hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Puasa pada hari tasyrik dilarang. Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, yaitu hari kaum muslimin menikmati nikmat Allah setelah Iduladha, termasuk makan daging kurban dan memperbanyak syukur.

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ صِيَامِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ

Rasulullah Saw. melarang puasa pada hari-hari tasyrik.” (HR. Muslim)

Di antara anjuran zikir yang bisa kita laksanakan adalah dengan takbiran. Takbiran dalam Iduladha dibagi menjadi dua menurut waktunya, yaitu takbir mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mutlak adalah takbir yang dapat dibaca kapan saja, baik siang maupun malam, tidak terikat setelah salat tertentu.

Hari Tasyrik
Ustaz Arif Fahrudin menyampaikan tentang hari tasyrik 

Takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setiap selesai salat fardu. Dimulai sejak Subuh hari Arafah (9 Zulhijah) sampai setelah Asar tanggal 13 Zulhijah bagi yang tidak berhaji. Pada waktu itu, setiap selesai salat fardu dianjurkan membaca takbir sebagai syiar mengagungkan Allah.

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Dan berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang berbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203)

Hikmahnya, kaum muslimin dianjurkan menikmati rezeki dari Allah, mempererat ukhuwah, berbagi makanan, dan mengambil keberkahan dari ibadah kurban yang telah dilaksanakan.

Perpaduan antara makan, minum, dan zikir pada hari tasyrik mengajarkan kepada kita bahwa dalam setiap kesenangan hendaknya tetap mengingat Allah Swt. Islam tidak melarang umatnya bergembira dan menikmati nikmat yang halal, tetapi kebahagiaan itu tetap diarahkan agar dekat dengan Allah.

Bersuka ria tidak membuat lalai, justru menjadi jalan untuk menumbuhkan rasa syukur dan harapan akan keberkahan dari Allah melalui ibadah kurban, kebersamaan, serta zikir yang terus menggema di hari-hari tasyrik.

Prolog Kajian Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 29 Mei 2026 bersama Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (pengasuh Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PCM Weru)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822