NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Menyambut Zulhijjah dengan Gembira

MEDIA AN NUUR—Bulan Zulhijjah selayaknya disambut dengan penuh kegembiraan oleh umat Islam, karena ia merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah Swt. Di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan kesempatan besar untuk memperbanyak amal saleh.

Allah Ta’ala berfirman dalam awal Surah Al-Qur’an, “Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2). Sebagian besar ulama tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah. Allah bersumpah dengannya, sebagai tanda kemuliaan dan agungnya kesempatan untuk memperbanyak amal saleh di dalamnya.

Ust Khoirul Umam
Ustaz Khoirul Umam menyampaikan tentang keutamaan Zulhijjah 

Dalam Kitab Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa keutamaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah terletak pada berkumpulnya berbagai ibadah besar (induk-induk ibadah) yang tidak terkumpul pada waktu lain.

Di hari-hari tersebut kaum muslimin dapat melaksanakan salat, puasa, sedekah, zikir, hingga ibadah haji dan kurban. Karena itu, sepuluh hari awal Zulhijjah menjadi waktu yang sangat mulia untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Salah satu ibadah utama yang terkumpul pada bulan Zulhijjah adalah salat. Kaum muslimin hendaknya memaksimalkan ibadah salat, baik salat wajib maupun salat sunah. Salat wajib dijaga dengan tepat waktu dan penuh kekhusyukan, sementara salat sunah seperti rawatib, duha, dan tahajud diperbanyak sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Ta’ala di hari-hari yang mulia ini.

Ibadah utama berikutnya yang dianjurkan pada bulan Zulhijjah adalah puasa. Kaum muslimin dianjurkan memperbanyak puasa pada sembilan hari pertama Zulhijjah, kalau belum mampu bisa dengan puasa Senin Kamis atau puasa Daud. Yang jangan sampai terlewat adalah puasa Arafah pada 9 Zulhijjah yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Ibadah utama berikutnya adalah sedekah. Pada bulan Zulhijjah, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak berbagi kepada sesama sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur kepada Allah Ta’ala. Setidaknya, setiap muslim dapat mengambil bagian dalam sedekah melalui pembagian daging kurban kepada keluarga, tetangga, dan kaum fakir miskin agar kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan bersama.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 1–2)

Ibadah kurban mengajarkan keteladanan agung dari Nabi Ismail yang dengan penuh ketaatan menerima perintah Allah ketika ayahnya, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelihnya. Menunjukkan keteladanan iman, kesabaran, dan kepatuhan kepada Allah Ta’ala.

Bagi yang belum mampu melaksanakan ibadah kurban, tetap bisa meraih pahala berbagi dengan bersedekah sesuai kemampuan, misalnya menyembelih ayam atau memberikan makanan kepada orang lain. Sebab yang paling utama adalah semangat berbagi, membantu sesama, dan menghidupkan hari-hari mulia Zulhijjah dengan amal kebaikan serta keikhlasan karena Allah Ta’ala.

Ibadah utama sebagai puncak keistimewaan bulan Zulhijjah adalah haji. Pada bulan inilah kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh ketundukan kepada Allah Ta’ala.

Hendaklah setiap muslim menguatkan niat dan keinginan untuk menunaikan ibadah haji, karena panggilan ke Tanah Suci bukan sekadar persoalan kemampuan materi, tetapi juga kehendak dan panggilan dari Allah Ta’ala. Terus berdoa, mempersiapkan diri, dan berharap agar Allah memberi kesempatan menjadi tamu-Nya.

Bagi yang belum mendapat kesempatan berhaji, hendaknya tetap mengambil bagian dalam semangat ibadah Zulhijjah dengan memperbanyak doa, zikir, amal saleh, dan mendoakan kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji.

Bulan Zulhijjah adalah kesempatan besar untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Sambut hari-hari mulia ini dengan memperbaiki salat, memperbanyak puasa, gemar bersedekah, serta menumbuhkan semangat berkurban dan kerinduan berhaji.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan keberkahan Zulhijjah dalam keadaan penuh iman dan ketakwaan. Dimampukan Allah untuk melaksanakan amalan-amalan tersebut. Aamiin.

Pengajian Ahad Pagi, 17 Mei 2026 di Masjid Al Hidayah Sangen, bersama Ustaz Khoirul Umam (Mudir MBS Tawangsari)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822