MEDIA AN NUUR—Ustaz dan ustazah adalah sebutan bagi pendidik yang mengajarkan pengetahuan tentang Islam, membimbing santri dalam mempelajari Al-Qur’an dan hadis, serta membina karakter agar menjadi insan yang beriman dan berakhlak mulia.
Begitu juga dengan kita yang berkecimpung di dunia pendidikan informal bernama Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kita adalah ustaz-ustazah yang memiliki tugas serupa dengan pengertian di atas.
Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ Ù…َÙ†ْ تَعَÙ„َّÙ…َ الْÙ‚ُرْآنَ ÙˆَعَÙ„َّÙ…َÙ‡ُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Belajar Al-Qur’an adalah amal yang sangat mulia. Mengajarkannya memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena manfaatnya dirasakan banyak orang. Guru TPQ termasuk golongan yang mendapatkan keutamaan ini selama mengajarkan dengan ikhlas.
![]() |
| Ustaz Sutardi mengajak para guru TPQ menjadi guru yang menyenangkan |
Keutamaan seorang guru sangatlah besar. Ia termasuk bagian dari umat terbaik karena mengajarkan ilmu dan menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Setiap ilmu yang diajarkan dan diamalkan oleh murid-muridnya akan menjadi pahala yang terus mengalir meskipun ia telah tiada.
Guru juga merupakan pewaris para nabi, karena para nabi tidak mewariskan harta, melainkan ilmu yang menjadi petunjuk bagi manusia. Oleh karena itu, Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dan mengajarkannya, serta memberikan kemuliaan yang tinggi di dunia maupun di akhirat.
Ustaz-ustazah TPQ hendaklah berusaha menjadi guru inspiratif yang mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan melalui sikap humoris, ramah, dan komunikatif, sehingga peserta didik merasa nyaman untuk belajar dan bertanya.
Tumbuhkan empati agar mampu memahami kebutuhan mereka, jadilah teladan dalam akhlak dan perilaku, serta hiasi setiap proses pendidikan dengan kesabaran, karena dari situlah lahir pembelajaran yang berkesan dan mampu membentuk generasi yang berilmu serta berkarakter mulia.
Hindarilah menjadi guru yang KOBIS: Kasar, Omel, Bentak, Intimidasi, dan Sak Karepe Dewe (semaunya sendiri). Sikap-sikap tersebut dapat membuat peserta didik merasa takut, tertekan, kehilangan semangat belajar, bahkan menjauh dari nilai-nilai kebaikan yang hendak diajarkan.
Seorang guru yang baik mendidik dengan kelembutan, memberi arahan dengan bijaksana, menghargai perasaan peserta didik, serta mampu mengendalikan emosi sehingga kehadirannya menjadi sumber inspirasi, bukan sumber ketakutan.
Gunakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan bervariasi agar peserta didik lebih antusias dalam belajar. Sesekali selingi kegiatan dengan permainan, kuis, tebak-tebakan, atau mencocokkan gambar untuk meningkatkan perhatian dan pemahaman mereka.
Pembelajaran juga dapat dibuat lebih hidup melalui kegiatan bernyanyi, bercerita, maupun bermain peran yang melibatkan peserta didik secara aktif. Dengan variasi metode yang tepat, suasana belajar menjadi lebih menarik, tidak membosankan, dan materi pelajaran lebih mudah dipahami serta diingat.
Guru hendaknya menguasai materi dengan Baik. Ini merupakan dasar penting untuk menjadi guru yang berkualitas, karena dengan pemahaman yang kuat seorang guru dapat menyampaikan pelajaran secara jelas, menjawab pertanyaan peserta didik dengan tepat, serta menumbuhkan kepercayaan dan semangat belajar mereka.
Pahamilah karakter santri. Kenali latar belakang, kemampuan, dan karakter setiap santri agar guru dapat memilih pendekatan serta metode pembelajaran yang sesuai sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna.
![]() |
| Suasana pembinaan guru TPQ |
Beri pujian (reward) dan motivasi. Berikan pujian, penghargaan, dan motivasi atas setiap pencapaian santri, sekecil apa pun, agar mereka merasa dihargai, semakin percaya diri, dan terdorong untuk terus belajar serta memperbaiki diri.
Terapkan Filosofi SINAR (Senang, Nyaman, Aman, Rapi). Ciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, nyaman, aman, dan rapi sehingga santri betah mengikuti pembelajaran, lebih mudah berkonsentrasi, dan dapat berkembang secara optimal.
Mari berjuang bersama dan sukses bersama dalam memajukan pendidikan Al-Qur’an. Bersama-sama kita melangkah menuju keberhasilan dan kemajuan pendidikan Al-Qur’an yang lebih baik.
Materi Pembinaan Ustaz-ustazah TPQ Desa Karangmojo dan Desa Weru, pada Ahad, 31 Mei 2026, pemateri oleh Ustaz Sutardi, S.Ag. (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Weru)



