MEDIA AN NUUR–Bagi seorang muslim, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Nilai diri kita sering kali terlihat dari bagaimana kita menghargai waktu. Jika kita mampu memanfaatkannya untuk kebaikan, maka tinggi pula nilai kita di sisi Allah.
Ada ungkapan hikmah yang masyhur, “Waktu itu seperti pedang. Jika engkau tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka ia yang akan memotongmu.” Maksudnya, jika kita tidak pandai menggunakan waktu dengan baik, maka kita akan merugi dan menyesal.
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya namun buruk amalannya.” (HR. Tirmidzi)
![]() |
| Ammar Farros Ansharullah |
Jadi, umur panjang bukanlah jaminan kemuliaan, kecuali jika diisi dengan amal saleh. Sebaliknya, umur yang panjang tetapi dihabiskan dalam kelalaian akan menjadi penyesalan.
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Sering kali kita baru menyadari berharganya waktu dan sehat ketika keduanya telah hilang. Karena itu, sebagai umat Islam, marilah kita gunakan waktu sebaik-baiknya untuk menjadi hamba yang taat, memperbanyak amal saleh, menuntut ilmu, dan berbuat kebaikan.
Jangan sampai kita kehilangan kesempatan beramal saleh, karena waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali. Semoga Allah menjadikan sisa umur kita penuh keberkahan dan kebaikan.
Kultum Subuh di Masjid An Nuur Sidowayah pada 26 Februari 2026, disampaikan oleh Ammar Farros Ansharullah, santri Ponpes Qoryatul Qur'an, yang bertugas Safari Dakwah Ramadan 1447 H


