MEDIA AN NUUR–Tak lama lagi kita akan memasuki bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan, di mana Allah mewajibkan kaum mukminin untuk melaksanakan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan, pengendalian diri, serta sarana meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Menurut ilmu kesehatan, selama kurang lebih 13–14 jam berpuasa, tubuh mengalami mekanisme luar biasa, khususnya pada sistem imunitas atau kekebalan, yang bekerja lebih optimal dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh.
![]() |
| Ustaz Guntur Subiyantoro menjelaskan manfaat puasa bagi kesehatan |
WHO menegaskan bahwa puasa memberikan dampak kesehatan yang menyeluruh, baik dari sisi fisik, psikis, sosial, maupun spiritual. Secara biologis, saat berpuasa terjadi proses autolisis dan autofagi, yaitu pembersihan sel-sel rusak, sekaligus berlangsung proses glukoneogenesis yang membantu tubuh menjaga keseimbangan energi.
Autolisis adalah proses alami di mana sel-sel tubuh mencerna dan membersihkan bagian-bagiannya sendiri yang sudah rusak atau tidak berfungsi dengan bantuan enzim internal, sehingga tubuh dapat memperbarui dan menyehatkan jaringan secara mandiri.
Proses ini biasanya aktif ketika tubuh berada dalam kondisi minim asupan energi, seperti saat berpuasa, sehingga tubuh lebih fokus pada perbaikan dan pemeliharaan sel daripada pertumbuhan.
Melalui autolisis, sel-sel yang lemah atau rusak diurai dan hasilnya dimanfaatkan kembali, yang berdampak positif pada peningkatan daya tahan tubuh, efisiensi metabolisme, serta pencegahan berbagai penyakit.
Glukoneogenesis adalah proses pembentukan glukosa oleh tubuh dari sumber nonkarbohidrat seperti asam amino, laktat, dan gliserol untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama saat asupan makanan terbatas seperti ketika berpuasa.
Pada kondisi tidak berpuasa tubuh cenderung fokus pada pemakaian dan penyimpanan energi, sehingga proses pembersihan sel, perbaikan jaringan, dan penyeimbangan metabolisme berjalan lebih lambat dan efek kesehatan jangka panjangnya tidak seoptimal saat berpuasa.
Manfaat puasa yang luar biasa ini adalah bukti kekuasaan Allah, yang bukan hanya di alam semesta, tetapi juga pada tubuh manusia sendiri. Termasuk sistem kehidupan, kesehatan, dan mekanisme tubuh yang luar biasa, bagi siapa saja yang mau merenung.
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ . وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Az-Zariyat: 20–21)
Pengajian Ahad Pagi, 8 Februari 2026, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Weru. Pemateri: Ustaz dr. Guntur Subiyantoro, M.Si. (PDM Sukoharjo)


