MEDIA AN NUUR–Kita akan memasuki bulan Ramadan, bulan yang agung dan penuh keberkahan. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Kehadirannya bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum pendidikan spiritual untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Melalui puasa, seorang muslim dilatih untuk sabar, jujur, mampu mengendalikan diri, serta memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi.
![]() |
| Kajian remaja Masjid An Nuur Sidowayah |
Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah baligh, berakal, dan mampu, karena termasuk rukun Islam. Meninggalkannya tanpa alasan yang dibenarkan syariat merupakan dosa besar. Namun Islam adalah agama yang penuh kemudahan, sehingga orang yang sakit, dalam perjalanan, atau memiliki uzur tertentu diberi keringanan untuk mengganti di hari lain.
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan dari dusta, menjaga pandangan, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Nilai utama puasa terletak pada pembentukan akhlak dan ketakwaan.
Selain sebagai ibadah pribadi, Ramadan juga menumbuhkan kepedulian sosial. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memberi makan orang yang berbuka puasa. Pahalanya sangat besar, bahkan setara dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Amalan ini mempererat ukhuwah, menumbuhkan solidaritas, dan membangun semangat berbagi kepada fakir miskin dan kaum dhuafa.
Ramadan juga merupakan kesempatan emas untuk memperbanyak pahala. Di bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan dilipatgandakan, baik yang wajib maupun yang sunah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat malam seperti tarawih, bersedekah, beristighfar, dan berdoa.
Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa perubahan diri. Jadikan bulan suci ini sebagai madrasah ruhani untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, dan menjadi hamba yang lebih bertakwa setelah Ramadan usai.
Ringkasan kajian IRMAS An Nuur Sidowayah pada Ahad, 15 Februari 2026, bakda Isya, bersama Pak Wakhid Syamsudin.


