NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Keutamaan Istigfar

MEDIA AN NUUR–Seorang muslim bukan hanya memiliki potensi kebaikan, tetapi juga tidak luput dari kesalahan dan dosa. Karena itu, kita membutuhkan cara untuk menghapus dosa-dosa tersebut, yaitu dengan memperbanyak istigfar.

Istigfar berarti memohon ampun kepada Allah, dengan mengucapkan astaghfirullahal ‘azhim dan menghadirkannya dalam hati. Bukan sekadar di lisan, tetapi disertai penyesalan dan tekad untuk memperbaiki diri.

وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 106)

Kultum Ramadan
Muhammad Dzakwan Al Harits

Selain untuk menghapus dosa, istigfar juga menjadi sebab datangnya rezeki dan keberkahan. Dalam Surah Nuh ayat 10–12 dijelaskan bahwa dengan memperbanyak istigfar, Allah akan menurunkan hujan yang lebat, memperbanyak harta dan anak, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai.

Artinya, istigfar dapat melancarkan rezeki, mendatangkannya dari arah yang tidak disangka-sangka. Yang bahkan kita tak menyadari kehadiran rezeki itu.

Selain itu, istigfar menenangkan hati. Dosa yang menumpuk membuat hati gelisah dan sempit. Dengan istigfar, hati menjadi lapang, jiwa lebih tenang, dan kita dijauhkan dari perbuatan yang mengganggu ketenangan hidup.

Ada kisah populer tentang seorang pembuat roti yang selalu beristigfar di setiap waktu. Ketika ditanya oleh Imam Ahmad bin Hanbal tentang amalan yang ia lakukan, ia menjawab bahwa ia senantiasa memperbanyak istigfar.

Ia mengaku hampir semua doanya dikabulkan Allah, kecuali satu: ingin bertemu dengan Imam Ahmad.

Ternyata, tanpa ia sangka, Allah justru menggerakkan sang imam untuk singgah di tempatnya, sehingga doanya pun terkabul dengan cara yang tidak terduga.

Kisah ini mengajarkan bahwa istigfar menjadi perantara terkabulnya doa dan mendekatkan rezeki. Maka marilah kita memperbanyak istigfar, terutama di bulan Ramadan, agar kita mendapatkan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah.

Kultum Tarawih di Masjid An Nuur Sidowayah pada 21 Februari 2026, disampaikan oleh Muhammad Dzakwan Al Harits (Harits), santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang bertugas Safari Dakwah Ramadan 1447 H

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822