NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE104

Akhlakul Karimah Menjadi Ukuran Keberhasilan Pendidikan Generasi Muda

MEDIA ANNUUR─Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo, yang populer dengan nama pena Hamka, seorang ulama dan sastrawan Indonesia pernah berkata, “Kehancuran suatu bangsa dimulai ketika anak muda kehilangan adab.”

Betapa zaman sekarang sudah banyak dijumpai hilangnya adab anak bahkan terhadap orang tua sendiri. Sampai-sampai ada anak memperkarakan orang tua ke pengadilan. Apakah tak ada perasaan lagi di hatinya mengingat perjuangan orang tua melahirkan dan membesarkannya?

Wiwaha Aji Santosa
Ustaz Wiwaha sampaikan taushiah

Hilangnya adab memunculkan banyak sikap dan perangai yang tidak baik. Seperti kelakuan merasa paling bagus, rasa sombong, meremehkan orang lain, dan sebagainya.

Hati-hati dengan kesombongan, karena rasa itu akan memasukkan kita ke neraka. Sebagaimana Rasulullah mengingatkan dalam sebuah hadis di bawah ini.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ وَلَا يَدْخُلُ النَّارَ يَعْنِي مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ

“Tidak akan masuk surga bagi seseorang yang di dalam hatinya terdapat sifat sombong meskipun hanya sebesar biji dzarrah. Dan tidak akan pula masuk neraka, yaitu seorang yang di dalam hatinya terdapat keimanan meskipun hanya sebesar biji dzarrah.”

Dalam khazanah bahasa Jawa kita mengenal unggah-ungguh, bagaimana cara bicara seorang anak pada orang tua, atau istri kepada suaminya. Coba lihat apakah tata krama seperti itu masih membudaya?

Budaya Jawa khususnya Solo sudah sangat dekat dengan akhlakul karimah. Contohnya penggunaan kata dhahar dan siram yang berarti makan dan mandi adalah kata penghormatan krama inggil untuk orang tua atau yang dihormati. Kata tersebut sangat salah kaprah saat dipakai untuk diri sendiri.

Kula nembe dhahar nanging dereng siram,” adalah contoh penggunaan kalimat yang salah tapi zaman sekarang bisa jadi banyak dijumpai konteks keliru seperti itu. Ini menunjukkan hilangnya pemahaman tentang adab bahasa Jawa di sekitar kita.

PCM Weru
Jemaah mendengarkan taushiah

Apalagi kata kasar jika terbiasa kita perdengarkan juga merupakan contoh buruk yang harus dijauhi agar anak-anak tidak ikut-ikutan mengucapkannya dalam pergaulan setiap hari.

Korelasinya adalah bahwa didikan akhlak sejak kecil akan membentuk karakter halus berperangai dan menjauhkan dari sikap kasar. Pendidikan terbaik adalah ketika orang tua memberikan contoh akhlak tersebut dalam tingkah laku sehari-hari.

Konsep dakwah itu mengajak kepada kebaikan dengan hikmah dan contoh yang baik. Hati-hati terutama untuk pendakwah jangan sekali-kali menggunakan kalimat kasar dalam ceramah. Ini akan mengajari umat berkata kotor.

Beberapa doa yang diajarkan Rasulullah Saw agar kita bisa memiliki akhlak yang baik di antaranya adalah doa sapu jagat berikut ini.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar

Artinya: “Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

Kita berharap kebaikan itu dunia dan akhirat, seimbang tak hanya akhirat saja. Dalam doa lain di Surat Al-Hasyr ayat 10 kita diajarkan minta dijauhkan dari sikap dengki yang merupakan akhlak buruk.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوٰنِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”

Mulia di dunia mulia di akhirat adalah harapan kita semua. Al-Qur'an dihafalkan dan juga diamalkan. Keberhasilan dakwah adalah saat keimanan merasuk jiwa disertai akhlak karimah sebagai uswatun khasanah.

Ringkasan Pengajian Ahad Pagi PCM Weru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada 3 Juli 2022 yang disampaikan oleh Ust. H. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd (PDM Sukoharjo)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

Click here for comments 2 comments:

  1. Masya Allah, kalimat pertama langsung mak jleb gitu 😭

    BalasHapus
2907636960708278822