MEDIA AN NUUR—Usia adalah hitungan kronologis sejak seseorang dilahirkan hingga saat ini, yang menunjukkan berapa lama ia hidup secara biologis. Adapun umur sering dipahami lebih luas, yaitu sejauh mana kehidupan seseorang memberi manfaat, meninggalkan kebaikan, dan menghadirkan pengaruh bagi orang lain.
Karena itu, ada orang yang usianya tidak terlalu panjang, tetapi umurnya seakan terus berlanjut karena ilmu, karya, amal saleh, dan jasa-jasanya tetap dirasakan serta dikenang oleh banyak orang setelah ia tiada.
Orang yang bijak tidak hanya menghitung usia yang terus bertambah, tetapi juga memikirkan bagaimana umurnya dapat terus mengalir manfaatnya. Karena itu, hendaknya kita berusaha meninggalkan karya dan kebaikan yang bermanfaat bagi sesama.
![]() |
| Ustaz Sarwiji mengajak kaum muslimin berkarya |
Dengan berkarya, usia yang terbatas dapat melahirkan umur yang panjang. Salah satu contohnya adalah menulis buku. Seorang penulis mungkin telah wafat puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, tetapi gagasan, ilmu, dan nasihatnya masih dibaca, dipelajari, dan menginspirasi banyak orang hingga hari ini.
Selama karyanya terus memberi manfaat, selama itu pula pahala dan jejak kebaikannya tetap mengalir. Oleh sebab itu, jangan biarkan hidup berlalu tanpa meninggalkan sesuatu yang berharga bagi generasi setelah kita.
Selain melalui karya tulis, umur yang panjang juga dapat diraih dengan mengajarkan ilmu yang kita miliki. Ilmu itu tidak harus selalu berupa ilmu agama atau ilmu yang tinggi tingkatannya. Setiap ilmu yang bermanfaat dan diajarkan kepada orang lain dapat menjadi amal yang terus mengalir pahalanya.
Seseorang yang mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, bertani, berdagang, menjahit, memperbaiki mesin, atau bahkan memasak, telah menanam manfaat yang dapat diteruskan dari satu orang ke orang lain. Ketika ilmu tersebut diamalkan, diajarkan kembali, dan terus memberi manfaat bagi banyak orang, maka jejak kebaikan pengajarnya tetap hidup meskipun ia telah tiada.
Inilah sebabnya mengapa seorang muslim dianjurkan untuk tidak menyimpan ilmunya sendiri, melainkan membagikannya agar manfaatnya semakin luas dan menjadi bagian dari amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Karena itu, marilah kita memanfaatkan usia yang Allah berikan sebaik-baiknya. Jangan sampai hari-hari yang berlalu hanya menambah angka usia tanpa meninggalkan manfaat yang berarti. Isilah kehidupan dengan amal saleh, berbagi ilmu, menebarkan kebaikan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain.
Dengan demikian, meskipun usia kita terbatas, umur kita dapat menjadi panjang melalui jejak kebaikan yang terus hidup dan memberi manfaat setelah kita tiada. Semoga Allah menjadikan hidup kita penuh keberkahan, bermanfaat bagi sesama, dan meninggalkan warisan kebaikan yang terus mengalir pahalanya hingga akhir zaman. Aamiin.
Tausiah iftitah yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Sarwiji Majid sebelum acara inti pada Pengajian Ahad Pagi, 31 Mei 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Weru.


