NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Memaksimalkan Amalan 10 Hari Awal Zulhijah

MEDIA AN NUUR—Hitungan bulan di sisi Allah berjumlah dua belas bulan, dan di antaranya terdapat empat bulan haram, yaitu bulan-bulan yang dimuliakan serta dihormati. Bulan haram yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab.

Sejak sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab telah mengenal bulan-bulan tersebut sebagai waktu yang tabu untuk peperangan dan pertumpahan darah, sehingga keamanan lebih terjaga dan manusia dapat beribadah maupun beraktivitas dengan tenang.

Di antara bulan haram adalah Zulhijah yang menjadi salah satu bulan penuh keutamaan karena di dalamnya terdapat ibadah haji, hari Arafah, Iduladha, serta hari-hari mulia yang dipenuhi pahala dan keberkahan bagi kaum muslimin.

Kajian warga
Ustaz Fauzan menerangkan tentang keutamaan awal Zulhijah 

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Fajr, “Demi fajar dan malam yang sepuluh.” Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud “sepuluh malam” dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, yaitu hari-hari yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah.

Pada hari-hari itu, amal saleh sangat dicintai Allah, sehingga kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, zikir, sedekah, puasa, serta berbagai amal kebaikan lainnya. Bahkan nilainya lebih berat dibanding berperang di jalan Allah.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ. يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini,” yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali sedikit pun dari keduanya.” (HR. Bukhari)

Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah. Pada hari-hari mulia tersebut, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan berbagai bentuk ibadah lainnya sebagai tanda syukur dan pengagungan kepada Allah.

Para sahabat dan salafus saleh dahulu menghidupkan hari-hari tersebut dengan memperbanyak zikir, takbir, membaca Al-Qur’an, sedekah, serta amal saleh lainnya untuk meraih keutamaan dan pahala yang besar di sisi Allah.

Tanggal 10 Zulhijah memiliki keistimewaan besar karena merupakan hari raya Iduladha atau Yaumun Nahr (hari penyembelihan kurban). Pada hari itu, kaum muslimin melaksanakan Salat Id, menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah.

إِنَّ أَعْظَمَ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ

Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr (10 Zulhijah).” (HR. Abu Dawud)

Tanggal 9 Zulhijah dikenal sebagai Hari Arafah, yaitu hari ketika jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Bagi kaum muslimin yang tidak sedang berhaji, sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah karena memiliki keutamaan yang sangat besar.

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa Hari Arafah, lalu beliau bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Puasa Arafah menjadi kesempatan besar bagi seorang muslim untuk meraih ampunan Allah, membersihkan diri dari dosa, serta memperbanyak doa dan ibadah pada hari yang penuh kemuliaan tersebut.

Ibadah haji yang dilaksanakan pada bulan Zulhijah memiliki keutamaan yang sangat besar karena termasuk rukun Islam dan menjadi perjalanan ibadah penuh pengorbanan, keikhlasan, serta ketaatan kepada Allah.

Pada bulan inilah kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk melaksanakan rangkaian manasik haji, terutama wukuf di Arafah yang menjadi inti ibadah haji.

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Barang siapa berhaji karena Allah, lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Haji yang mabrur dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa seorang hamba, sehingga ia kembali dalam keadaan suci. Karena itu, Zulhijah menjadi bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, doa, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Jangan biarkan hari-hari istimewa ini berlalu tanpa amal saleh. Mari manfaatkan sepuluh hari pertama Zulhijah dengan memperbanyak salat, puasa, zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, berbakti kepada orang tua, serta memperbanyak doa dan istigfar.

Pengajian warga Sidowayah RT 01 RW 06 pada Kamis, 21 Mei 2026, bakda Isya, di rumah Ibu Dwi Martanti. Pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda, pengajar di Ma'had Ittibaussunnah Tawang Weru.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822