MEDIA AN NUUR—Setiap orang menginginkan kebahagiaan hidup, tanpa memandang usia, harta, ataupun status sosial. Baik yang muda maupun yang tua, yang miskin maupun yang kaya, semuanya mendambakan ketenangan hati dan hilangnya rasa gelisah dalam kehidupan.
Namun, sering kali kebahagiaan itu keliru dicari, misalnya pada ketenaran di media sosial, padahal hal tersebut tidak mampu benar-benar mengobati pahit getir kehidupan. Sesungguhnya, ketenangan sejati hanya dapat diraih dengan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
Seiring bertambahnya usia, seseorang akan semakin memahami bahwa kebahagiaan itu sederhana, tidak harus mewah atau dipamerkan. Kunci utama dari ketenangan hati adalah iman; iman yang kuat akan melahirkan amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah.
![]() |
| Ustaz Fauzan menyampaikan kiat sukses meraih kebahagiaan hidup |
Bahagia tidak terletak pada kekayaan dan ketenaran. Banyak artis justru mencari kebahagiaan lewat obat terlarang, yang akhirnya menjerumuskan. Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati bukan pada materi, melainkan pada iman dan kedekatan kepada Allah.
Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang dipenuhi ketenangan dan ketenteraman hati. Hal itu tidak datang dari dunia semata, tetapi dari iman yang kuat dan amal saleh, yang menghadirkan rasa damai tanpa kerisauan.
Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Karena itu, ketika tertimpa musibah, tidak perlu merasa menjadi orang paling sengsara, sebab Allah telah mengukur setiap ujian sesuai dengan kapasitas hamba-Nya.
Ketika menghadapi masalah, jangan mengurung diri sendirian, karena justru bisa membuka ruang bagi bisikan-bisikan buruk yang menyesatkan. Tidak sedikit orang yang akhirnya terjerumus pada anggapan keliru bahwa mengakhiri hidup adalah solusi, padahal itu bukan jalan keluar.
Ketika ujian terasa berat, berdoa adalah salah satu solusi terbaik. Melalui doa, Allah menghadirkan ketenangan dalam hati. Meskipun terkadang jawaban doa tidak disegerakan, Allah selalu mendengar dan memberikan yang terbaik pada waktu yang paling tepat.
![]() |
| Kajian remaja Sidowayah |
Seseorang akan merasakan kebahagiaan ketika berbuat baik kepada sesama makhluk. Kebaikan itu mampu menghilangkan rasa takut dan gundah gulana. Bahkan, ketika dilakukan oleh orang kafir sekalipun, Allah tetap memberi balasan di dunia, meskipun bukan berupa pahala di akhirat.
Seseorang akan merasakan ketenangan hati ketika menyibukkan diri dengan hal-hal positif, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Karena itu, jangan sampai hari-hari hanya dihabiskan menjadi remaja yang gemar rebahan tanpa aktivitas yang bermanfaat.
Kiat sukses meraih ketenangan hati bagi remaja muslim yang utama adalah dengan banyak mengingat Allah, baik melalui zikir maupun dengan menunaikan kewajiban-kewajiban yang telah diperintahkan-Nya.
Pada akhirnya, ketenangan hati bukanlah sesuatu yang datang dari luar, melainkan dari dalam diri yang dipenuhi iman, zikir, dan amal saleh. Dengan menjalani hidup sesuai tuntunan Allah, menghadapi ujian dengan sabar, serta terus berbuat baik kepada sesama, insyaallah hati akan senantiasa tenang dan hidup terasa lebih bermakna.
Kajian Remaja di Masjid An Nuur Sidowayah pada Rabu sore, 18 Maret 2026, bakda Asar sampai buka puasa bersama. Pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda (pengajar Ma'had Ittibaussunnah Tawang Weru)



